Hingga saat ini, sektor koperasi serta usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi sandaran perekonomian sebagian besar
masyarakat Indonesia. Mayoritas tenaga kerja di Indonesia juga diserap atau
menggantungkan hidupnya di sektor ini.Meski pemerintah seakan memandang sebelah
mata atau tergolong minim dalam memberikan dukungan, namun sektor koperasi dan
UMKM terus tumbuh.
Sektor operasi dan UMKM yang sebagian besar bergerak
di usaha informal ini diperkirakan akan tetap menjadi andalan untuk menyerap
banyak tenaga kerja. Artinya, dengan sumber daya apa adanya serta kemampuan
kreativitas serta inovasi yang terbatas, koperasi dan UMKM tetap bisa menampung
jutaan, bahkan puluhan juta angkatan kerja baru pada 2012 dan tahun-tahun
berikutnya.
Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja di
Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117,4 juta orang, tetapi yang berkerja
baru mencapai 109,7 juta orang. Namun, hingga saat ini, tenaga kerja
berpendidikan SD ke bawah masih mendominasi. Jumlah pekerja dengan tingkat pendidikan
SD ke bawah sekitar 54,2 juta orang atau 49,40 persen. Sedangkan pekerja dengan
pendidikan diploma tercatat sekitar 3,2 juta orang (2,89 persen) dan pekerja
dengan pendidikan sarjana hanya sebesar 5,6 juta orang (5,15 persen).Akibatnya,
sebagian besar penduduk Indonesia hanya mampu bekerja di level bawah yang tidak
memerlukan keahlian khusus, seperti di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan,
dan perikanan, serta menjadi buruh dan usaha sektor jasa.
Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengatakan,
jumlah koperasi mengalami peningkatan sebanyak 5,7 persen dari 177.482 unit
pada 2010 menjadi 187.598 unit pada 2011. Jumlah anggota koperasi aktif juga
meningkat 0,96 persen dari 30,5 juta orang pada 2010 menjadi 30,8 juta orang
pada 2011. Perkembangan ini berdampak positif bagi peningkatan penyerapan
tenaga kerja sebesar 4,99 persen dari 358.768 tenaga kerja pada 2010 jadi
376.680 tenaga kerja pada 2011. Sementara itu, jumlah UMKM pada 2011
diperkirakan menembus angka 55,21 juta unit dengan sebagian besar (54,6 juta)
merupakan usaha mikro, sedangkan usaha kecil sebanyak 602.195 unit dan usaha
menengah 44.280 unit. Penyerapan tenaga kerja UMKM sebanyak 101,72 juta orang
atau meningkat 3,55 dibanding 2010 sebanyak 99,401 juta orang.”Hal ini menunjukkan
sektor koperasi dan UMKM tetap menjadi kontributor terbesar dalam penyerapan
tenaga kerja. Ratusan juta masyarakat Indonesia terlibat di sektor ini. Untuk
itu, pemberdayaan sektor koperasi dan UMKM tetap menjadi prioritas ke depan,”
kata Sjarifuddin Hasan .
sesuai rencana strategis Kementerian Koperasi dan
UKM 2011-2014, maka pemberdayaan diarahkan pada peningkatan iklim usaha yang
kondusif bagi koperasi dan UMKM (K-UMKM). Hal ini disertai dengan peningkatan
akses pada sumber daya produktif, pengembangan produk dan pemasaran, serta
peningkatan daya saing K-UMKM.Untuk mendukung upaya pemberdayaan K-UMKM,
Kementerian Koperasi dan UKM melaksanakan program-program unggulan, seperti
penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Pada tahun 2011, realisasi penyaluran KUR
diperkirakan mencapai Rp 27 triliun dengan 1,8 juta debitur atau melebihi
target sebesar Rp 20 triliun.Sedangkan Pada tahun 2012 ini, penyaluran KUR
ditargetkan dapat mencapai Rp 30 triliun dengan jangkauan debitur yang lebih
luas ke seluruh Indonesia.
Untuk mengotimalkan pelaksanaan program-program
pemberdayaan K-UMKM, Kementerian Koperasi dan UM juga bekerja sama dengan
kementerian terkait lainnya serta sejumlah BUMN. Kerja sama itu terkait
pembiayaan serta pelatihan kerja, produktivitas, maupun manajemen pemasaran.
Kerja sama dilakukan terkait dengan kesamaan visi untuk memberdayakan dan
peningkatan kinerja K-UMKM.
Oleh karena itu
kita harus betrtanggung jawab menyelesaikan masalah K-UMKM,karena K-UMKM
tidak hanya menjadi penghela, tetapi juga penyelamat ekonomi nasional pada saat
diterpa dampak krisis. Terus eksis dan terus menyerap tenaga kerja serta
memberi makan ratusan juta penduduk Indonesia. (Andrian Novery)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar