Masril Koto adalah
pendiri lembaga keuangan mikro agribisnis(LKMA) Prima Tani dan Konsultan
Perusahaan Belanda yang tidak lulus SD.Beliau mendirikan LKMA ini di Nagari
koto tinggi,Kecamatan Baso,kabupaten Agam,Sumatera Barat,pada 2007.
LKMA ini menjadi cikal
bakal program pengembangan usaha Agribisnis pedesaan nasional.Kini,sudah lebih
dari 300 unit LKMA yang telah berdiri di Sumatera Barat atas dorongan Masril
Koto.
Setiap hari,Masril
berkekliling ke beberapa wilayah di Sumbar dengan sepeda mtor bututnya.Karena
sering berkeliling,dari satu desa ke desa lain,Masril sering diundang oleh
sekelompok Tani.Masril sering memotivasi
mereka agar LKMA didirikan sebagai solusi permodalan petani.Maka tidak heran
kalau setiap hari dia membawa ranselnya.Ranselnya disini adalah salah
satu alat untuk mendukung penunjang aktivitasnya dimana didalamnya
terdapat seperti spidol,laptop,dan beragam dokumenpendukung pendiriandan
operasional LKMA.
Dengan proses yang
sangat panjang,perjuangan Masril mendirikan LKMA berawal pada tahun
2003.Sebagai pertani,ia menanam padi dan membudidayakan jagung dan ubi jalar.Ketika
itu dia ingin beralih profesi menjadi petambak lele.Sampai pada suatu hari ia
bertemu dengan seniman yang juga seorang petani,Rumzi Sutan.Beliau
mendendangkan sebuah lagu tentang cita-cita petani yang mandiri.Sejak saat
itulah Masril bertekad memajukan petani.Ia lalu mengikuti sekolah lapangan (LP)
petani dari Dinas Pertanian Sumbar di Nagari Tabek Panjang,Baso,Agam.Disekolah
itu ia tersadar bahwa persoalan utama dati para petani adalah permodalan.Hal
ini tidak bisa dipecahkan oleh industri Perbankan,maka dari itu tercetuslah ide
untuk mendirikan Bank petani,demi memenuhi kebutuhan para petani.
Awalnya Masril ingin
mendirikan sebuah koperasi,tetapi karena tidak ada sambutan dari masyarakat
maka itu tidak menghasilkan apapun.Para petani ini menganggap bahwa apabila
koperasi didirikan itu bukanya akan menguntungkan para petani tetapi sebaliknya
akan menguntungkan pendirinya/ketuanya.
Setelah mengikuti
Sekolah Lapangan,ia mengumpulkan sejumlah rekan dan membentuk tim yang
beranggota lima orang.Tugasnya yaitu,mencari tahu mengenai seluk beluk
mendirikan Bank petani.Tim ini dibekali dana pencarian informasi
Rp.600.000.Mereka menemui para mantan pegawai Bank dinas terkait,dan mendatangi
Bank-bank umum lainnya.
Pada tahun 2006 mereka
ke Padang guna mengikuti dikusi dari yayasan alumni fakultas pertanian
universitas andalas.Dalam diskusi tersebut dihadiri pejabat Bank Indonesia
itu,Masrildiberi tahu bahwa dana untuk mendirikan perbankan itu cukup
banyak.Dana itu biasa dimanfaatkan untuk modal kelompok tani.
Modal mendirikan LKMA
diperoleh dari lewat penjualan saham Rp.100.000/lembar kepada ratisan petani.Setelah
modal diperoleh,muncullah masalah pembukuan.Kemudian mereka mengikuti pelatihan
konsultan dari yogyakarta.Mereka juga belajar dari kabupten lain yang telah
sukses mendirikan LKMA.
Di LKMA ini beragam
produk tabungan dan pinjaman yang berbasis untuk kebutuhan petani yang secara
spesifik ditelurkan LKMA.Seperti tabungan ibu hamil,tabungan pajak motor atau
pengojek,dan tabungan pendidikan anak.
Dan pada tahun
2007,LKMA prima tani ini resmi diresmikan oleh Menteri Pertanian Anton
Apriyanto.Beliau tercenung mendengar cerita Masril.”Kalau pak menteri melakukan
seperti yang saya lakukan,pasti hasilnya akan
lebih cepat bagi para petani.”certianya tentang pertemuan itu.
Perjuangan Masril ini
bukan tanpa hambatan,ia banyak mendapat cibiran dari orang-orang.tetapi dia
tetap sabar dan hanya mengatakan bahwa” kalau kita ikhlas melakukan
sesuatu,maka insya Allah akan ada balasannya.”kata Masril.
Dan hal itu pun
terbukti pada tahun 2008,ia dikontrak oleh perusahaan Jepang dengan gaji Rp.2,5
juta per bulan.Kini ia menjadi konsultan perusahaan Belanda bergaji Rp.3,5 juta
per bulan.
Masril bertahan
memajukan petani sebab ia tak ingin mereka terus-menerus dieksplotasi.Dan
kini,dengan adanya LKMA ini para petani terutama di desanya akan hidup lebih
sejahtera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar